Robohnya GM

****

Berbicara mengenai gerakan mahasiswa (GM), seolah mengajak kita beromantisme kembali dengan perjuangan GM mulai pra kemerdekaan hingga pasca kemerdekaan. Perjuangan ini pernah mencapai kegemilangan tatkala berhasil menumbangkan kejayaan orde lama dan orde baru, kemudian menelurkan produk reformasi yang membebaskan GM dan masyarakat dari belenggu kenistaan.

Namun, GM sekarang hanya sebatas ranah prosedural, belum bisa mengemas semangat pergerakan secara lebih substansial. Kesan yang tampak, mereka bergerak demi kepentingan kelompok, tentunya dengan doktrin yang diyakini kebenarannya. Bahkan tak jarang hanya asal ikut tanpa orientasi yang jelas, sehingga setiap aksi, mudah dipatahkan atau tak mengena sasaran.

Mahasiswa hendaknya berfikir kritis terhadap ketimpangan sosial, diskriminasi dalam organisasi dan politik kanibalisme. Jangan sampai terbawa arus dengan menelan mentah doktrinasi yang di berikan tanpa di telaah lebih jauh. Terlebih mengkomparasikannya dengan paradigma organisasi lain.

Sudah seyoginya mahasiswa merubah pola fikir, mengasah fikiran liar dan kritisnya dengan membuka ruang diskusi publik, menambah referensi melalui aktivitas membaca buku dan mengapresiasikannya lewat tulisan. Juga tak kalah penting adalah berorganisasi sebagai wahana aktualisasi diri dan pembentukan karakter. Jangan hanya berkutat di belakang meja sambil bolak-balik buku atau mendengar diktian dosen saja dalam menara gading!

Terlepas dari itu, membumi dalam masyarakat dengan bersosialisasi dan mengayomi patutnya menjadi prioritas utama sebagai bentuk upaya pengabdian sekaligus sebagai ajang membangun citra dan menunjukkan taji mahasiswa di mata masyarakat.

Substansi dari agen perubahan adalah bagaimana mensinergikan antara intelektualitas personal dan kemampuan untuk menempatkan logika dengan berlandaskan pada etika dan realita.
Sudah saatnya kaum cendekia berbenah diri agar tercipta gerakan moral mahasiswa, seperti yang di gadang-gadang oleh pemerintah dan masyarakat. Sumbangsih elemen mahasiswa sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan Negara, dengan terus mengupayakan solusi cerdas, mensuplai karya dan generasi apik guna kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
***

*tulisan gagal terbit di koran lokal Suara Merdeka :(
Robohnya GM Robohnya GM Reviewed by Hury Canz on 9:53 PM Rating: 5
Powered by Blogger.